Batu Bara, penanasional.id | Dunia Kopi Desa Pare-Pare mendadak berubah menjadi saksi lahirnya sebuah gerakan baru. Di antara kepulan aroma kopi dan obrolan penuh semangat, para kontraktor muda Kuala Tanjung menorehkan sejarah baru: berdirinya Himpunan Kontraktor Muda Kuala Tanjung (HKM–KT).
Lahir dari kegelisahan bersama atas keterpinggiran peran kontraktor lokal di tanah sendiri, HKM–KT hadir sebagai wadah perjuangan, solidaritas, dan kebangkitan generasi muda yang ingin mengambil bagian dalam denyut pembangunan kawasan industri Kuala Tanjung.
Ketua terpilih, Aidil, dalam sambutannya menegaskan bahwa lahirnya HKM–KT bukan sekadar berdirinya sebuah organisasi, melainkan simbol kebangkitan anak daerah yang ingin berdiri tegak di tanah kelahirannya sendiri.
“Kami bukan ingin menghalangi, tapi ingin dilibatkan! Kami punya kemampuan, tenaga, dan tanggung jawab terhadap tanah sendiri,” tegas Aidil dengan suara bergetar namun mantap, disambut tepuk tangan meriah dari para anggota.
Dalam musyawarah yang dihadiri puluhan perwakilan perusahaan muda, disepakati pembentukan struktur organisasi beserta sejumlah bidang strategis: Bidang Hukum dan Advokasi, Bidang Usaha dan Kerja Sama, serta Bidang Pelatihan dan Pengembangan SDM. Semua dirancang untuk memperkuat posisi kontraktor muda dalam menghadapi tantangan industri dan memperluas akses ke proyek-proyek besar.
Aidil juga menyoroti minimnya keterlibatan kontraktor lokal dalam berbagai pekerjaan di kawasan industri Kuala Tanjung.
“Sudah saatnya perusahaan besar seperti PT INALUM, PT Wilmar, dan lainnya membuka ruang. Jangan jadikan kami sekadar penonton. Kami ingin tumbuh bersama, berkontribusi nyata, dan menjadi bagian dari kemajuan daerah,” ujarnya penuh penekanan.
Musyawarah bersejarah itu ditutup dengan pernyataan sikap seluruh anggota HKM–KT bahwa himpunan ini akan menjadi wadah kolaborasi, solidaritas, dan perjuangan nyata bagi kemajuan kontraktor muda Kuala Tanjung.
“Lahirnya HKM–KT bukan akhir, tapi awal dari perjalanan panjang. Kami ingin dilihat sebagai mitra, bukan pelengkap — karena kami juga bagian dari pembangunan Kuala Tanjung,” tutup Aidil dengan keyakinan yang membuncah.
Redaksi | PENA Nasional
