Pena Nasional, BATU BARA — Suasana demokratis dan penuh dinamika mewarnai Rapat Pemilihan Pengurus (RPP) Pimpinan Anak Cabang (PAC) Pemuda Pancasila Kecamatan Air Putih, Kabupaten Batu Bara, Minggu (30/8/2026).
Rapat yang digelar di Aula Kantor Camat Air Putih tersebut menjadi panggung bagi dua kandidat yang sama-sama membawa harapan untuk memimpin PAC Pemuda Pancasila Kecamatan Air Putih periode 2026–2029.
Dua nama mencuat dalam arena pemilihan, yakni OK. Khairul Anwar dan Candra.
Setelah melalui proses pemilihan, akhirnya OK. Khairul Anwar dipercaya dan ditetapkan sebagai Ketua PAC Pemuda Pancasila Kecamatan Air Putih periode 2026–2029.
Momentum tersebut bukan sekadar tentang siapa yang menang dan siapa yang kalah. Lebih dari itu, RPP menjadi ujian kedewasaan organisasi—sebuah ruang untuk belajar menerima hasil, mengendalikan ego, dan kembali merapatkan barisan.
Ketua MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Batu Bara, Sudarman, S.E., menegaskan bahwa jajaran MPC tidak berpihak kepada kandidat manapun dalam proses pemilihan tersebut.
“Jajaran MPC tidak berpihak kepada siapa pun. Kalah menang itu biasa. Yang kalah pasti sakit, tetapi inilah bagaimana kita mengendalikan mental dan jiwa kebersamaan serta kekompakan di Pemuda Pancasila ini,” ujar Sudarman.
Menurutnya, perbedaan pilihan dalam sebuah proses demokrasi merupakan hal yang wajar. Namun, setelah keputusan ditetapkan, tidak boleh ada lagi sekat antara yang menang dan yang kalah.
“Selamat kepada ketua terpilih. Semangat kepada yang tidak terpilih. Mari kita kembali bersama-sama membesarkan Pemuda Pancasila,” tegasnya.
Pesan itu menjadi penutup sekaligus pengingat bahwa organisasi bukan dibangun hanya oleh mereka yang berada di kursi kepemimpinan. Organisasi tumbuh dari kebersamaan seluruh kader yang bersedia berjalan dalam satu barisan.
OK. KHAIRUL ANWAR: AMANAH BARU, TANGGUNG JAWAB BESAR
Sementara itu, Ketua PAC Pemuda Pancasila Kecamatan Air Putih terpilih, OK. Khairul Anwar, menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya.
Ia menilai jabatan tersebut bukanlah sebuah kemenangan pribadi, melainkan sebuah amanah organisasi yang harus dijalankan bersama-sama.
“Terima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan kepada saya. Ini bukan kemenangan saya pribadi, tetapi kemenangan kita bersama. Setelah RPP ini selesai, tidak ada lagi istilah menang atau kalah. Kita semua adalah keluarga besar Pemuda Pancasila,” ujarnya.
OK. Khairul Anwar juga mengajak seluruh kader, termasuk pihak yang sebelumnya mendukung kandidat lain, untuk bersama-sama membangun PAC Pemuda Pancasila Kecamatan Air Putih agar semakin solid dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Perbedaan pilihan sudah selesai ketika keputusan organisasi ditetapkan. Sekarang saatnya kita bergandengan tangan, memperkuat silaturahmi, menjaga kekompakan, dan membesarkan organisasi,” katanya.
RPP PAC Pemuda Pancasila Kecamatan Air Putih akhirnya bukan hanya melahirkan seorang ketua baru.
Ia juga meninggalkan sebuah pesan: demokrasi boleh melahirkan perbedaan, tetapi persaudaraan tidak boleh berakhir karena perbedaan.
Sebab dalam organisasi, kemenangan sejati bukan ketika seseorang berhasil menduduki kursi kepemimpinan, melainkan ketika seluruh kader mampu kembali berdiri dalam satu barisan—satu komando, satu semangat, dan satu tujuan untuk membesarkan Pemuda Pancasila. (Red)
