penanasional.id, BATU BARA — Di tengah sunyi perjuangan seorang anak kecil melawan rasa sakit, selalu ada tangan-tangan yang datang membawa harapan. Di saat air mata menjadi bahasa yang tak mampu terucapkan, kepedulian hadir sebagai pelukan yang menguatkan. Jumat, 27/08/2926
Semangat itulah yang tergambar dalam kegiatan sosial Laskar Melayu Batu Bara yang hadir menjenguk sekaligus menyerahkan bantuan donasi kepada ananda Kayla, anak berusia 6 tahun, warga Dusun Merdeka, Desa Lalang, Kecamatan Medang Deras, Kabupaten Batu Bara, yang tengah menjalani perawatan medis setelah mengalami luka bakar serius.
Kegiatan sosial tersebut dilaksanakan pada Jumat, 28 Agustus 2026, sebagai wujud nyata kepedulian dan solidaritas keluarga besar Laskar Melayu Batu Bara terhadap sesama, khususnya kepada Kayla dan keluarganya yang sedang melewati masa penuh ujian.
Bagi seorang anak kecil, perjalanan menuju kesembuhan mungkin terasa panjang. Namun, di balik setiap rasa sakit, ada doa yang terus dipanjatkan. Di balik setiap langkah pengobatan, ada harapan yang tak boleh padam.
Kehadiran Laskar Melayu Batu Bara menjadi bagian kecil dari perjalanan tersebut—sebuah uluran tangan yang mungkin sederhana, tetapi diharapkan mampu menjadi setitik cahaya di tengah gelapnya perjuangan.
Ketua Laskar Melayu Batu Bara, Abdul Kholid Zailani, bergelar Datu’ Panglima Askar Diraja, bersama Pembina Riansyah Putra Efendi Tanjung, S.H., bergelar Datu’ Laksama Setia Diraja, beserta jajaran Laskar Melayu Batu Bara, hadir secara langsung untuk memberikan dukungan moril sekaligus menyerahkan donasi kepada keluarga ananda Kayla.
Bantuan tersebut merupakan buah dari keikhlasan dan kepedulian Tuan Puan serta masyarakat yang turut menyisihkan sebagian rezekinya. Setiap rupiah yang dihimpun bukan sekadar bantuan materi, melainkan menjadi simbol bahwa Kayla dan keluarganya tidak berjalan seorang diri dalam menghadapi cobaan ini.
“Alhamdulillah, bantuan dan donasi yang diberikan Tuan Puan semua sudah kita salurkan. Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh Tuan Puan yang telah ikut berpartisipasi dalam kegiatan sosial ini. Semoga setiap rezeki yang diberikan menjadi amal kebaikan dan Allah SWT membalasnya dengan keberkahan serta melipatgandakan rezeki Tuan Puan semuanya.”
Ucapan tersebut menjadi pengingat bahwa kebaikan tidak pernah mengenal ukuran. Tangan yang mengulurkan bantuan mungkin hanya satu, tetapi ketika banyak tangan bersatu, beban yang berat dapat terasa lebih ringan.
Keluarga besar Laskar Melayu Batu Bara turut menitipkan doa agar ananda Kayla diberikan kesembuhan, kekuatan dan kesehatan, serta seluruh proses perawatan yang dijalaninya diberikan kelancaran oleh Allah SWT.
Sebab terkadang, sebuah kunjungan bukan hanya tentang hadir di hadapan seseorang. Ia adalah cara untuk mengatakan: “Kami peduli. Kami mendoakanmu. Dan kamu tidak sendirian.”
Dari Desa Lalang, sebuah pesan kemanusiaan kembali digaungkan: bahwa di tengah kehidupan yang terus berjalan, masih ada hati yang bersedia berhenti sejenak untuk menoleh kepada mereka yang sedang membutuhkan.
Setangkai kasih kita hulurkan, seberkas doa kita panjatkan.
Semoga setiap kebaikan menjadi jalan hadirnya keberkahan, setiap doa menjadi kekuatan, dan setiap uluran tangan menjadi cahaya yang menemani langkah Kayla menuju kesembuhan. (RED)
