Batu Bara, penanasional.id | Forum Pemuda Pemudi Kuala Tanjung (FPPKT) melaksanakan pertemuan dengan pihak PT. Inalum, CV Pernados Grup, serta Kepolisian Sektor Sei Suka guna membahas aspirasi masyarakat terkait pengelolaan limbah scrap dan keterlibatan masyarakat lokal di wilayah terdampak, Selasa (14/04/2026).
Dalam forum tersebut, FPPKT menegaskan pentingnya pemberdayaan masyarakat di Desa Kuala Tanjung agar tidak hanya menjadi penonton di daerah sendiri. FPPKT juga mengusulkan adanya kontribusi sosial yang nyata kepada masyarakat yang bersumber dari aktivitas pengelolaan limbah scrap tersebut.
Perwakilan FPPKT, Fauzan, menyampaikan:
“Kami hadir membawa aspirasi masyarakat lokal agar tidak hanya menjadi penonton di daerah sendiri.harapan Kami mendorong adanya keterlibatan nyata megelola limbah scrap untuk kesejahteraan masyarakat sekitar.”
Senada dengan itu, Idil menegaskan:
“Usulan ini bukan sekadar wacana, melainkan bentuk keadilan sosial dan penghargaan terhadap kearifan lokal. Kami berharap hal ini menjadi perhatian serius bagi seluruh pihak.”
Menanggapi hal tersebut, pihak PT. Inalum melalui perwakilannya, Bapak Pasaribu, menyampaikan komitmen perusahaan untuk menjaga kondusivitas serta membuka ruang komunikasi lanjutan.
“Kami berkomitmen menjaga situasi tetap kondusif dan terbuka terhadap aspirasi yang disampaikan. Seluruh masukan akan kami teruskan sebagai bahan pertimbangan kebijakan ke depan,” ujarnya.
Sementara itu, pihak CV Pernados Grup melalui Ibu Flora menyatakan keterbukaan terhadap kontribusi sosial, namun menyampaikan bahwa bentuk dan mekanisme dana pembinaan masih dalam tahap pembahasan internal.
“Kami terbuka untuk berkontribusi dalam kegiatan sosial. Usulan yang disampaikan akan kami kaji lebih lanjut sesuai dengan kebijakan perusahaan,” jelasnya.
Dari pihak Kepolisian Sektor Air Putih, AKP Rahmad R. Hutagaol, S.H, M.H mengimbau agar seluruh pihak mengedepankan musyawarah serta menjaga stabilitas keamanan.
“Kami mengimbau semua pihak untuk menyelesaikan persoalan melalui musyawarah serta bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah,” tegasnya.
Hingga berakhirnya pertemuan, belum tercapai kesepakatan final. Namun demikian, seluruh pihak sepakat untuk melanjutkan komunikasi secara terbuka dan menjaga situasi tetap kondusif.
Keputusan akhir masih menunggu tindak lanjut serta konfirmasi resmi dari pihak terkait yang direncanakan akan disampaikan dalam waktu dekat. (Red)