Batu Bara, penanasional.id

Kamis, 16/04/2026

Di pesisir Kuala Tanjung, angin laut tak lagi sekadar membawa aroma garam. Kini, ia membawa harapan. Harapan yang tumbuh dari sinergi antara industri dan masyarakat, ketika energi bersih menjadi fondasi perubahan.

Program keberlanjutan yang dijalankan oleh Inalum bukan hanya berbicara tentang produksi aluminium, tetapi juga tentang bagaimana energi dimanfaatkan secara bertanggung jawab. Dengan pemanfaatan energi yang lebih efisien dan ramah lingkungan, perusahaan ini berupaya menekan emisi sekaligus meningkatkan produktivitas.

Namun, dampak paling terasa bukan di dalam pabrik, melainkan di tengah masyarakat. Kelompok nelayan kini mendapatkan pelatihan pengolahan hasil laut, sementara pemuda desa diberdayakan melalui program pelatihan keterampilan.

“Dulu kami hanya bergantung pada hasil tangkapan. Sekarang kami bisa mengolah dan menjual dengan nilai lebih,” ujar Jefri 40 Tahun, seorang warga Kuala Tanjung.

Inovasi sosial menjadi jembatan antara industri dan masyarakat. Program UMKM, pelatihan digital, hingga pendidikan lingkungan menjadi bukti bahwa keberlanjutan tidak hanya tentang lingkungan, tetapi juga tentang manusia.

Kisah Kuala Tanjung adalah bukti bahwa energi bersih bisa menjadi awal dari perubahan besar—ketika industri dan masyarakat berjalan beriringan.

 

Karya:

MHD. SOLEH RENI

KEPALA BIRO BATU BARA

Share.

Adminitrator Pena Nasional Aktual Tajam & Akurat

Leave A Reply

Exit mobile version