Batu Bara, penanasional.id – Menanggapi pemberitaan yang beredar di sejumlah media terkait kehadiran kapal pesiar di Pelabuhan Kuala Tanjung, Manager Operasional Pelindo Kuala Tanjung, Ahmad Subhan, memberikan penjelasan guna meluruskan informasi agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat. Sabtu,17/01/2026

Ahmad Subhan menjelaskan bahwa kunjungan kapal pesiar telah berlangsung sejak 10 Januari 2026 dan akan berlanjut pada 17 Januari, 24 Januari, 31 Januari 2026, serta kunjungan terakhir direncanakan pada 7 Februari 2026.
“Kunjungan kapal pesiar ini sudah berjalan dan dijadwalkan secara bertahap hingga awal Februari 2026,” ujar Ahmad Subhan.
UMKM Lokal Tetap Dilibatkan
Terkait isu yang menyebut UMKM lokal hanya menjadi pajangan, Pelindo menegaskan bahwa hal tersebut tidak sesuai dengan fakta di lapangan. Tercatat sekitar 15 stan UMKM lokal Kabupaten Batu Bara turut berpartisipasi dengan menampilkan produk kerajinan, makanan, dan minuman.
“UMKM yang tampil merupakan hasil rekomendasi Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Batu Bara. Produk yang dipilih adalah produk unggulan dengan kualitas yang layak untuk wisatawan mancanegara,” jelasnya.
Ia menambahkan, seleksi dilakukan karena keterbatasan lokasi dan karakter pengunjung, bukan untuk mengesampingkan UMKM lainnya.
“Mayoritas UMKM yang terlibat adalah UMKM lokal Batu Bara. Kami menyesuaikan secara teknis agar produk yang ditampilkan benar-benar representatif,” tegas Ahmad Subhan.

Mobil Rental Lokal Terpakai Habis
Menjawab isu bus luar mengangkut wisatawan dan mobil rental lokal menganggur, Pelindo memastikan informasi tersebut tidak benar. Berdasarkan data EO, sekitar 40 unit mobil rental milik warga Batu Bara digunakan wisatawan dan seluruhnya terpakai.
“Mobil rental lokal digunakan untuk tujuan Medan, Pematang Siantar, Parapat, dan daerah lainnya. Tidak ada kendaraan dari luar daerah yang didatangkan oleh EO,” kata Ahmad Subhan.
Terkait bus pariwisata, ia menjelaskan bahwa bus tersebut merupakan bagian dari paket wisata resmi kapal pesiar yang ditentukan oleh operator perjalanan dan berada di luar kewenangan Pelindo.
“Sementara wisatawan yang tidak ikut paket bebas menggunakan kendaraan masyarakat lokal tanpa pungutan apa pun,” tambahnya.
Pelindo berharap klarifikasi ini dapat memberikan pemahaman yang utuh kepada masyarakat serta mencegah berkembangan informasi miring.Dengan klarifikasi ini, Pelindo menegaskan bahwa seluruh rangkaian kunjungan kapal pesiar telah berjalan sesuai rencana serta melibatkan UMKM lokal. Pelindo berharap masyarakat memperoleh pemahaman yang utuh dan tidak terpengaruh oleh informasi miring yang beredar.
REDAKSI: PENA NASIONAL
