Batu Bara, penanasional.id — Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Lalang didorong menjadi motor utama dalam pengelolaan dan pengembangan wisata Pantai Jono secara profesional, terstruktur, dan berbasis kolaborasi masyarakat. Rabu, 08/04/26
Perwakilan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Batu Bara, Riki Gunawan NST, S.Pd, menegaskan bahwa BUMDes memiliki peran strategis dalam mengintegrasikan seluruh potensi wisata, mulai dari pengelolaan tiket, wahana, hingga pemberdayaan UMKM dan masyarakat lokal.
“Kita dorong BUMDes berkolaborasi dengan koperasi dan masyarakat, termasuk nelayan, agar tercipta rantai ekonomi yang berjalan. UMKM harus tumbuh, bahan baku dipermudah, dan masyarakat ikut merasakan hasilnya,” ujarnya.
Dispora juga menyampaikan apresiasi atas tingginya kunjungan wisata ke Pantai Jono (Sujono) yang mencapai sekitar 17.000 pengunjung, menjadikannya salah satu yang terbesar di Kabupaten Batu Bara.
“Ini capaian yang sangat baik. Kunjungan hingga ribuan wisatawan menunjukkan potensi besar yang harus dikelola secara serius dan berkelanjutan,” tambahnya.
Ketua BUMDes Lalang, OK Irwansyah, menegaskan bahwa BUMDes merupakan milik masyarakat desa yang harus dikelola secara transparan dan tidak dimonopoli oleh pihak tertentu.
“BUMDes adalah milik masyarakat, bukan milik pribadi atau kelompok tertentu. Karena itu, pengelolaannya harus dijaga bersama demi kepentingan desa,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan komitmen dalam memberikan kenyamanan bagi pengunjung serta memastikan seluruh sistem berjalan sesuai aturan.
“Kami berkomitmen memberikan rasa aman dan nyaman kepada setiap pengunjung, termasuk dalam pengelolaan parkir yang harus memiliki dasar hukum yang jelas dan tertib,” ujarnya.
Dalam hal kerja sama, BUMDes membuka peluang luas namun tetap mengedepankan aturan yang berlaku.
“Kami membuka diri untuk kerja sama, namun seluruh proses tetap harus melalui koordinasi sesuai aturan dan legalitas yang berlaku,” katanya.
Ia turut menekankan pentingnya kritik yang membangun dalam proses pengembangan.
“Kami menerima kritik, tetapi kritik yang disertai solusi akan jauh lebih bermanfaat bagi kemajuan bersama,” ungkapnya.
BUMDes juga mengakui masih adanya kekurangan dalam pengelolaan saat ini.
“Masih banyak kekurangan dalam pengelolaan, dan kami siap melakukan evaluasi serta perbaikan secara internal ke depan,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga kebersamaan dalam pengelolaan usaha desa.
“Mari kita hentikan sikap saling memiliki secara pribadi, karena ini adalah usaha milik desa yang harus dijaga secara kolektif,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa masyarakat lokal menjadi prioritas utama dalam pengembangan usaha.
“Kami mengutamakan masyarakat Desa Lalang untuk berpartisipasi dan berinvestasi dalam pengelolaan ini sebagai bentuk pemberdayaan ekonomi lokal,” ujarnya.
Namun demikian, peluang bagi pihak luar tetap terbuka dengan pertimbangan tertentu.
“Ke depan, peluang bagi pihak luar tetap terbuka jika dibutuhkan, namun harus mempertimbangkan kepentingan dan manfaat bagi desa,” tambahnya.
Menurutnya, potensi wisata yang ada sangat besar jika dikelola bersama-sama.
“Potensi usaha ini sangat besar, dan akan lebih mudah berhasil jika kita bangun secara bersama-sama,” katanya.
Ia pun menutup dengan ajakan persatuan kepada seluruh elemen masyarakat.
“Saya mengajak seluruh elemen desa untuk bersatu, saling mendukung, dan tidak saling memecah-belah demi kemajuan Desa Lalang,” pungkasnya.
Kepala Desa Lalang turut menegaskan pentingnya peran BUMDes sebagai penggerak ekonomi desa berbasis wisata yang adil dan merata, serta mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam berbagai sektor usaha.
Dengan sinergi antara pemerintah, BUMDes, dan masyarakat, pengembangan Pantai Jono diharapkan mampu menjadi destinasi wisata unggulan yang tidak hanya menarik pengunjung, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat Desa Lalang secara berkelanjutan. (Red)
