Batu Bara, penanasional.id — Di tengah keterbatasan anggaran pemerintah Kabupaten Batu Bara, secercah harapan justru datang dari seorang putra daerah yang selama ini dikenal dermawan dan rendah hati: Heri Ateng, atau akrab disapa Boss Ateng JL Transport. Dengan niat tulus yang lebih kokoh daripada beton yang ia tuangkan, Boss Ateng mengeluarkan dana pribadi untuk memperbaiki akses jalan kabupaten di Desa Lalang, Kecamatan Medang Deras, yang selama bertahun-tahun rusak dan berlubang seperti luka lama yang tak kunjung disembuhkan. Selasa, 18/11/2025
“Saya prihatin melihat anak-anak sekolah, para petani, dan nelayan kesulitan melalui jalan ini. Ini menghambat ekonomi mereka. Saya tidak ingin menunggu lebih lama, jadi saya ikhlas mengeluarkan dana pribadi,” ujar Heri Ateng di lokasi pekerjaan, saat suara mesin dan aroma semen basah menjadi saksi ketulusannya.
Langkah mulia ini dikerjakan secara gotong royong, melibatkan warga desa yang sejak lama mendambakan jalan layak. Boss Ateng menanggung seluruh biaya material, menjadikan aksi ini bukan sekadar bantuan, tetapi pengorbanan seorang anak desa untuk tanah kelahirannya.
Tokoh masyarakat Desa Lalang, Atan AKB atau Anya Atan, tak mampu menyembunyikan rasa haru.
“Atas nama seluruh warga Desa Lalang, kami menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang tak terhingga kepada adinda Heri Ateng. Keikhlasan beliau merogoh kocek pribadi untuk memperbaiki jalan utama desa ini sungguh menyentuh hati kami. Jalan yang layak ini bukan hanya memudahkan ekonomi dan mobilitas kami, tetapi juga menunjukkan betapa besarnya jiwa kepemimpinan dan kasih sayang beliau untuk desa ini. Semoga Allah membalas dengan berkah yang berlipat,” ujarnya penuh rasa syukur.
Kepala Desa Lalang, H. Sarifudin, turut memberikan apresiasi.
“Kami akui anggaran Pemkab sangat terbatas. Karena itu, kami sangat bersyukur atas kepedulian Pak Heri Ateng. Ini contoh nyata semangat gotong royong dan kecintaan pada kampung halaman,” ucapnya.
Pembangunan jalan ini diharapkan mampu menjadi urat nadi baru bagi perekonomian lokal, membuka akses yang lebih layak, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kisah Boss Ateng menjadi bukti bahwa ketika pemerintah terbatas, hati yang lapang mampu menjadi jembatan solusi.
Adapun volume jalan yang dibangun mencapai 1.000 meter, menggunakan kurang lebih 30 kubik Redimix Beton K-300.
“Semoga apa yang kami bangun ini membawa manfaat besar bagi seluruh warga Desa Lalang,” tutup Heri Ateng, dengan senyum sederhana yang menyimpan ribuan arti.
REDAKSI | PENA NASIONAL
—
