Batu Bara, penanasional.id – Bantuan sosial semestinya hadir sebagai penenang, bukan pemantik amarah. Namun, Pemerintah Desa Kuala Indah kembali dibuat kecewa oleh sikap komunikasi salah satu oknum pegawai Dinas Sosial Kabupaten Batu Bara berinisial “MY”, yang dinilai berulang kali menyampaikan pernyataan bernada kontra-produktif, sehingga memicu kegusaran warga saat program bantuan berlangsung. Minggu, 28/12/2025
Kepala Desa Kuala Indah menyebut kejadian tersebut bukan sekali dua kali, melainkan seperti musim yang selalu kembali setiap tahun terjadi saat PKH, BLT BNPB, sembako, dan program bantuan lainnya digulirkan.
“Jangan menyalakan lilin dengan membakar rumah sendiri. Jangan bicara untuk menenangkan, tapi nadanya justru mengundang petir. Pegawai publik harus dewasa, memberi teladan, bukan jadi provokator,” ujar Kades dengan nada tegas saat diwawancarai awak media.
Kades menilai, pola komunikasi yang tidak edukatif dari oknum tersebut telah mencederai ruh pelayanan sosial, bahkan berdampak pada mental aparatur desa, khususnya kepada Kaur Kesra, yang disebut berulang kali menerima tekanan psikologis saat pendampingan program bantuan.
“Yang kami dampingi adalah rakyat, bukan gelanggang perang narasi. Jangan sampai suara negara terdengar seperti suara pasar yang saling bersahut amarah,” tambahnya.
Dalam rilis ini, Pemdes Kuala Indah menegaskan bahwa bantuan yang bersumber dari pemerintah pusat bukanlah panggung desa untuk mengatur skenario. Pemerintah desa tidak memiliki kewenangan untuk menambah, mengurangi, atau mengalihkan kuota bantuan, melainkan hanya memastikan proses pendampingan dan penyaluran sesuai aturan.
“Kami hanya jembatan. Jangan jembatan itu diguncang oleh pernyataan yang seharusnya meneduhkan, tapi justru membuat arus di bawahnya bergolak,” tegas Kades.
Pemerintah Desa Kuala Indah juga meminta Dinas Sosial Kabupaten Batu Bara agar melakukan pembinaan internal terkait etika komunikasi dan pelayanan, sehingga tidak menimbulkan friksi sosial berulang di tingkat desa.
Pada bagian penutup, Kades menyampaikan peringatan secara institusional:
“Jika persoalan ini dibiarkan tanpa solusi, maka saya tidak akan tinggal diam melihat badai yang sama menghantam desa kami setiap tahun. Saya akan menghadap langsung kepada Bupati Batu Bara, agar suara desa tidak lagi diperlakukan seperti gema yang boleh disulut dan dibiarkan ricuh,” tutupnya.
Sampai rilis ini diterbitkan dan berita dipublikasikan, belum ada keterangan resmi dari Dinas Sosial Kabupaten Batu Bara terkait klarifikasi atas persoalan tersebut.
REDAKSI: PENANASIONAL.ID
