Kuala Tanjung, penanasional.id | Setelah kritik warga menggema bak suara yang tak bisa lagi diabaikan, PT. BP akhirnya duduk satu meja bersama Himpunan Kontraktor Muda Kuala Tanjung (HKMD-KT) dan Pemerintah Desa Kuala Tanjung. Pertemuan itu menjadi panggung penting untuk membahas keresahan masyarakat akibat kontainer operasional perusahaan yang kerap melanggar aturan parkir di sepanjang Jalan Access Road Inalum. Selasa, 25/11/25
Sebelumnya, masyarakat Kuala Tanjung menyuarakan keluhan keras. Jalan utama yang seharusnya menjadi nadi pergerakan warga berubah menjadi jalur berisiko akibat kendaraan yang terparkir semaunya. Gelombang protes ini akhirnya memaksa semua pihak untuk menaruh persoalan di meja pembahasan.
“Keselamatan Warga Lebih Berharga dari Segala Kepentingan”
Kepala Desa Kuala Tanjung, Ibnul Fandika, SE, menegaskan bahwa keselamatan masyarakat adalah harga mati yang tidak boleh ditawar.
“Kami menghimbau PT. BP agar segera menertibkan seluruh kendaraan operasionalnya. Jangan biarkan aktivitas perusahaan menjadi ancaman bagi keselamatan warga,” ujarnya.
Suara ini senada dengan tokoh pemuda Kuala Tanjung, Aidil Asri, yang sejak awal mengingatkan bahwa gangguan terhadap pengguna jalan tidak boleh diabaikan.
“Kendaraan diparkir sesuka hati tanpa memikirkan dampaknya. Ini sudah sangat mengganggu,” tegasnya.
Pertemuan Tiga Pilar: Perusahaan – Tokoh Pemuda – Pemerintah Desa
Menanggapi derasnya kritikan, HRD dan jajaran PT. BP melakukan pertemuan resmi dengan HKMD-KT yang turut disaksikan langsung oleh Kepala Desa. Di ruang pertemuan itu, berbagai pandangan mengalir deras, mengarah pada satu tujuan utama: menciptakan kembali ketertiban di kawasan operasional.
Diskusi difokuskan pada kondusifitas lapangan, khususnya permintaan dan tuntutan masyarakat agar parkir kontainer segera ditertibkan, tidak lagi menutup jalan maupun membahayakan pengendara lain.
HKMD-KT: Mendukung Investasi Luar, Menuntut Ketertiban
Sekretaris HKMD-KT, Syaiful Azwar, menegaskan bahwa masyarakat Kuala Tanjung bukanlah penghambat pembangunan. Sebaliknya, mereka membuka pintu selebar-lebarnya bagi perusahaan maupun investor yang ingin masuk.
“Kuala Tanjung sangat menerima pembangunan dan proyek-proyek baru. Daerah industri ini sangat kondusif bagi investor,” jelasnya.
“Namun ketertiban tetap menjadi harga yang harus dijaga. Jangan sampai perkembangan industri justru menyisakan kegaduhan di tengah masyarakat.”
Kesepakatan Masih Lisan, Pertemuan Lanjutan Menanti
Meski sejumlah poin telah disepakati, seluruhnya masih dalam bentuk lisan. Semua pihak sepakat untuk melanjutkan pembahasan pada pertemuan berikutnya guna memperkuat langkah konkret dan menyusun keputusan resmi yang mengikat.
Harapan masyarakat, pemerintah desa, dan HKMD-KT kini tertuju pada komitmen PT. BP untuk benar-benar mengambil tindakan nyata demi terciptanya lingkungan yang aman, nyaman, dan tertib bagi seluruh pengguna jalan.
REDAKSI | PENA NASIONAL
