PENANASIONAL.ID | BATU BARA – Semangat kolaborasi lintas elemen mewarnai kegiatan gotong royong perbaikan Jalan Access Road Inalum di Dusun Sono, Desa Lalang, Kecamatan Medang Deras, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara, Minggu (8/11/2026).
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 12.10 WIB tersebut dipimpin langsung Kepala Desa Lalang, H. Syarifudin, dengan melibatkan empat unsur masyarakat, yakni BAPERA, Laskar Melayu Batu Bara, Koperasi Merah Putih, serta Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Lalang.
Aksi bersama ini menjadi bentuk kepedulian terhadap kondisi infrastruktur jalan yang selama ini menjadi salah satu akses penting bagi aktivitas masyarakat setempat.
Jalan Access Road Inalum di Dusun Sono memiliki peran strategis bagi mobilitas warga. Selain digunakan sebagai jalur aktivitas sehari-hari, jalan tersebut juga menunjang akses anak-anak menuju sekolah, mobilitas pekerja, kegiatan pertanian, hingga perjalanan masyarakat menuju kawasan industri Inalum.
Kondisi jalan yang membutuhkan penanganan mendorong pemerintah desa mengambil langkah bersama dengan menggerakkan berbagai unsur masyarakat.
KOLABORASI JADI KEKUATAN PEMBANGUNAN DESA
Kepala Desa Lalang, H. Syarifudin, mengatakan bahwa pembangunan desa tidak semata-mata menjadi tanggung jawab pemerintah desa, melainkan membutuhkan keterlibatan dan kepedulian seluruh elemen masyarakat.
Menurutnya, semangat kebersamaan harus terus dipelihara agar berbagai persoalan di tengah masyarakat dapat ditangani melalui kerja sama dan gotong royong.
“Hari ini kita membuktikan bahwa ketika semua elemen bersatu, pekerjaan yang berat bisa kita kerjakan bersama. Jalan ini merupakan akses masyarakat, sehingga sudah sepatutnya kita memiliki kepedulian untuk memperbaikinya bersama-sama. Terima kasih kepada BAPERA, Laskar Melayu, Koperasi Merah Putih, dan BPD yang telah hadir serta berpartisipasi,” ujar Syarifudin.
Dalam kegiatan tersebut, sejumlah peserta terlihat bekerja langsung di lapangan. Mulai dari menimbun bagian jalan yang rusak, meratakan permukaan tanah, membersihkan parit, hingga mendukung kebutuhan para pekerja.
ORGANISASI MASYARAKAT TURUT AMBIL PERAN
Ketua BAPERA Kecamatan Medang Deras, Rizky Ananda, menegaskan bahwa keterlibatan organisasinya merupakan bagian dari komitmen untuk hadir di tengah masyarakat, terutama dalam kegiatan yang menyentuh kepentingan publik.
“BAPERA bukan hanya organisasi, tetapi juga bagian dari keluarga besar masyarakat. Selama kegiatan itu untuk kepentingan rakyat dan kemajuan desa, kami siap mengambil bagian,” tegas Rizky Ananda.
Sementara itu, Ketua Laskar Melayu Batu Bara, Abdul Kholib Jaelani, menyampaikan bahwa semangat kebersamaan dan kepedulian sosial merupakan bagian penting dalam menjaga marwah masyarakat Melayu.
“Laskar Melayu hadir untuk menjaga marwah sekaligus membantu masyarakat. Jalan yang baik akan mendukung aktivitas warga. Kita ingin masyarakat semakin sejahtera, desa semakin maju, dan persatuan tetap terjaga,” ungkapnya.
Dukungan juga disampaikan Ketua Koperasi Merah Putih, Muhammad Rinanda. Ia menilai bahwa keberadaan koperasi tidak semestinya hanya berorientasi pada kegiatan ekonomi, tetapi juga perlu memiliki kepedulian terhadap kehidupan sosial dan pembangunan lingkungan masyarakat.
“Koperasi Merah Putih ingin tumbuh bersama masyarakat. Pembangunan tidak hanya berbicara tentang ekonomi, tetapi juga bagaimana lingkungan dan fasilitas pendukung kehidupan masyarakat semakin baik,” Tutupnya.
Adapun Ketua BPD Desa Lalang, Syahrul, mengapresiasi keterlibatan berbagai unsur dalam kegiatan tersebut. Ia berharap semangat gotong royong dapat terus dipertahankan dan menjadi contoh bagi wilayah dusun lainnya.
GOTONG ROYONG, MODAL SOSIAL MEMBANGUN DESA
Kegiatan yang berlangsung hingga pukul 12.10 WIB itu ditutup dengan doa dan foto bersama seluruh peserta.
Perbaikan jalan tersebut menjadi gambaran bahwa persoalan infrastruktur di tingkat desa dapat menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah desa, organisasi kemasyarakatan, lembaga desa, dan masyarakat.
Meski demikian, gotong royong masyarakat juga menjadi pengingat bahwa pembangunan infrastruktur membutuhkan perhatian dan keberlanjutan, sehingga akses yang telah diperbaiki dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang.
Lebih dari sekadar memperbaiki badan jalan, kegiatan di Dusun Sono memperlihatkan pentingnya membangun komunikasi, kepedulian, dan tanggung jawab bersama.
Dari Dusun Sono, Desa Lalang menunjukkan bahwa pembangunan bukan hanya tentang siapa yang memimpin, tetapi tentang seberapa banyak pihak yang bersedia bergerak dan bekerja bersama.
Redaksi: penanasional.id
