Batu Bara, penanasional.id – Nada keras tak lagi bisa dibendung. Kepala Desa Kuala Indah secara terbuka melontarkan kritik tajam terhadap KSOP yang dinilainya abai dan tidak memiliki kepekaan terhadap nasib nelayan di wilayahnya. Dengan tegas ia menyebut, “KSOP buta dan tuli terhadap penderitaan masyarakat pesisir.” Senin, 16/02/2026

Pernyataan ini bukan tanpa sebab. Ia kembali mengungkit penolakan bantuan pelampung pada Februari 2025 lalu. Menurutnya, bantuan tersebut datang tanpa transparansi, tanpa koordinasi utuh dengan pemerintah desa, serta tanpa kejelasan data penerima. Bagi Kades, itu bukan bentuk kepedulian, melainkan sekadar formalitas.

“Keselamatan nelayan bukan bahan pencitraan. Jangan jadikan desa kami panggung seremonial,” tegasnya.

Di tengah lalu lintas kapal yang semakin padat di sekitar Pelabuhan Kuala Tanjung, risiko bagi nelayan tradisional semakin tinggi. Namun, menurut Kades, perhatian konkret terhadap mereka justru minim. Ia menilai KSOP lebih sibuk mengatur kapal-kapal besar ketimbang memastikan nelayan kecil mendapatkan perlindungan layak.

Ia juga mempertanyakan logika kebijakan yang tidak menyentuh akar persoalan. Bantuan pelampung, katanya, tidak pernah dibahas secara terbuka bersama desa, padahal pemerintah desa memiliki data pasti jumlah nelayan aktif yang benar-benar membutuhkan perlengkapan keselamatan.

“Kalau memang peduli, duduk bersama. Bahas bersama. Jangan datang membawa daftar yang tidak jelas lalu berharap kami diam,” ujarnya dengan nada tajam.

Lebih jauh, Kades menegaskan bahwa nelayan Kuala Indah adalah pihak yang paling terdampak langsung oleh aktivitas pelayaran. Ruang tangkap menyempit, risiko kecelakaan meningkat, namun perhatian justru setengah hati.

“Jangan sampai kami merasa hanya jadi penonton di laut sendiri. Kalau suara kami terus diabaikan, jangan salahkan jika masyarakat bersikap lebih keras,” tandasnya.

Pernyataan ini menjadi sinyal kuat bahwa hubungan antara otoritas pelabuhan dan pemerintah desa sedang berada di titik tegang. Hingga saat ini, belum ada klarifikasi resmi dari pihak KSOP atas tudingan tersebut.

Masyarakat Kuala Indah kini menunggu: apakah kritik ini akan dijawab dengan dialog dan solusi nyata, atau kembali tenggelam di tengah hiruk-pikuk kepentingan industri. (RED)

Share.

Adminitrator Pena Nasional Aktual Tajam & Akurat

Leave A Reply

Exit mobile version