Pena Nasional | Jakarta – PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau INALUM kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong lahirnya karya jurnalistik berkualitas melalui penyelenggaraan IN-Journal Chapter II bertajuk “Menulis Jejak untuk Bumi”. Program ini menjadi wadah kolaborasi antara perusahaan dan insan pers untuk mengangkat isu-isu konservasi, lingkungan, dan pembangunan berkelanjutan kepada masyarakat. Kamis, 23/07/26
Keberhasilan IN-Journal Chapter I menjadi pijakan bagi INALUM untuk kembali menghadirkan kompetisi jurnalistik yang tidak hanya mengedepankan kualitas pemberitaan, tetapi juga memperkuat literasi publik mengenai pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.
Sebagai perusahaan yang menjalankan bisnis berbasis sumber daya alam, INALUM memandang keberlanjutan tidak hanya diwujudkan melalui berbagai program konservasi di lapangan, namun juga melalui penyebaran informasi yang akurat, edukatif, dan mampu membangun kesadaran masyarakat terhadap isu-isu lingkungan.
Corporate Secretary PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero), Mahyaruddin AR, mengatakan media memiliki peran strategis dalam membentuk kepedulian masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan hidup.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh insan media yang telah berpartisipasi dalam IN-Journal Chapter II. Kualitas karya yang terus meningkat menunjukkan besarnya kepedulian jurnalis terhadap isu-isu lingkungan. Kami berharap IN-Journal dapat terus menjadi ruang kolaborasi untuk menghadirkan karya jurnalistik yang tidak hanya informatif, tetapi juga menginspirasi masyarakat agar semakin peduli terhadap kelestarian lingkungan,” ujar Mahyaruddin.
Antusiasme peserta pada penyelenggaraan tahun ini pun cukup tinggi. Sebanyak 53 jurnalis dari berbagai daerah di Sumatera Utara mengirimkan 65 karya jurnalistik yang berasal dari Medan, Batu Bara, Kisaran, Toba, Tebing Tinggi, Karo, Deli Serdang, Simalungun, Rantau Prapat hingga Humbang Hasundutan.
Beragam karya yang masuk mengangkat berbagai isu konservasi, mulai dari rehabilitasi kawasan Danau Toba, pelestarian mangrove di wilayah pesisir, perlindungan keanekaragaman hayati, hingga berbagai program lingkungan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Seluruh karya dinilai secara independen oleh dewan juri berdasarkan aspek orisinalitas, kedalaman materi, akurasi data, kualitas penulisan, dan kesesuaian dengan tema.
Adapun para pemenang IN-Journal Chapter II yakni:
- Juara I: Anisa Khairani Siregar (Desir.id) – Lelaki Itu Menanam Sebelum Ada yang Peduli.
- Juara II: Deddi Gunawan Hutajulu (Dailyklik.id) – Mangrove Adalah Kehidupan.
- Juara III: Zaim Dzaky Sanjaya (Mimbar Umum Online) – Dari Akar Hingga Ombak, Jejak yang Menjaga Kehidupan.
- Harapan I: Putra Arissandi Sianipar (Batubarainfo.com) – Benteng Hijau di Ujung Muara, Saat Mangrove Melindungi Kampung Nelayan dari Ancaman Abrasi.
- Harapan II: Olo Sirait (Metro-Online.co) – PT INALUM Perkuat Program Konservasi.
Tema konservasi yang diusung pada IN-Journal Chapter II sejalan dengan komitmen INALUM dalam menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai program pelestarian lingkungan, seperti revegetasi wilayah operasional, pemantauan keanekaragaman hayati, konservasi flora dan fauna endemik, pemeliharaan daerah aliran sungai, hingga penanaman pohon di kawasan Daerah Tangkapan Air Danau Toba.
Sepanjang tahun 2025, INALUM tercatat telah menanam lebih dari 200.000 pohon di sejumlah wilayah sekitar Danau Toba dan Sumatera Utara. Selain itu, perusahaan juga melakukan penanaman 15.000 bibit mangrove bersama masyarakat di Kabupaten Batu Bara sebagai upaya menjaga keseimbangan ekosistem pesisir sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan.
Keberhasilan penyelenggaraan IN-Journal Chapter II menjadi langkah awal bagi INALUM untuk menghadirkan IN-Journal Chapter III yang akan mengangkat tema hilirisasi. Melalui program ini, INALUM berharap kolaborasi dengan insan media semakin kuat dalam menghadirkan karya jurnalistik yang berkualitas sekaligus memperluas pemahaman publik mengenai konservasi, keberlanjutan, dan hilirisasi sebagai bagian dari pembangunan industri nasional yang berdaya saing. (Red)


