Pena Nasional, BATU BARA, — Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 diwarnai aksi protes masyarakat di jalur rel kereta api Dusun Mesjid, Desa Lalang, Kecamatan Medang Deras, Kabupaten Batu Bara. Senin, 17/08/2026
Aksi pembakaran ban dilakukan warga sebagai bentuk kekecewaan setelah kembali terjadi kecelakaan kereta api sekitar pukul 10.30 WIB, Senin (17/8/2026). Korban dalam peristiwa tersebut diketahui bernama Butet, seorang perempuan berusia sekitar 50 tahun, warga Dusun Pengajian, Desa Lalang.
Menurut Pak Udin, salah seorang narasumber dari masyarakat, aksi tersebut merupakan bentuk keresahan warga terhadap persoalan keselamatan di kawasan perlintasan kereta api yang dinilai terus berulang.
Warga menyebut kejadian ini menjadi catatan panjang kecelakaan di wilayah tersebut, dengan jumlah korban yang disebut telah mencapai 16 orang.
Masyarakat menegaskan bahwa mereka tidak menolak pembangunan maupun keberadaan kereta api. Tuntutan warga sangat sederhana, yakni adanya jaminan keselamatan dan pembangunan infrastruktur pendukung yang mampu memberikan rasa aman.
“Tuntutan masyarakat sangat sederhana. Hadirnya pembangunan harus membuat masyarakat nyaman dan terjamin keselamatannya, bukan menjadi mesin pembunuh. Tentu bukan itu yang menjadi keinginan negara,” ujar Pak Udin.
Warga berharap pemerintah dan pihak terkait segera turun tangan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap keselamatan perlintasan kereta api di Desa Lalang dan sekitarnya.
Momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI seharusnya menjadi pengingat bahwa pembangunan harus memberikan manfaat sekaligus perlindungan bagi masyarakat.
Jangan menunggu korban berikutnya. Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas.
hingga berita ini diterbitkan belum terdapat keterangan resmi dari pihak PJKA/KAI serta pihak pihak terkait.
Redaksi: Pena Nasional
PG: MSR