TEBING TINGGI, penanasional.id — Kontroversi mewarnai ajang Futsal Piala Walikota Tebing Tinggi. SMK Negeri 1 Air Putih mempertanyakan keputusan panitia yang menyatakan tim mereka walk out (WO) setelah pertandingan melawan SMK Negeri 2 Tebing Tinggi, Jumat (18/9/2026) malam. 
Persoalan bermula dari pertandingan yang berlangsung sekitar pukul 20.00 WIB. Dalam laga tersebut, SMK Negeri 1 Air Putih mengaku unggul 2-1 hingga pertandingan berakhir.
Menurut keterangan perwakilan SMKN 1 Air Putih, Muhammad Zikri, pada detik-detik terakhir pertandingan, SMKN 2 Tebing Tinggi memperoleh tendangan bebas. Bola kemudian mengarah ke gawang, namun menurut pihak SMKN 1 Air Putih, wasit tidak menyatakan bola tersebut sebagai gol dan pertandingan berakhir setelah peluit panjang dibunyikan.
“Seandainya pun tendangan itu masuk, skor baru berimbang 2-2, bukan berarti SMKN 2 menang. Namun kenyataannya, wasit tidak menyatakan gol dan pertandingan berakhir saat skor masih 2-1 untuk keunggulan kami,” ujar Muhammad Zikri.
Persoalan kemudian berkembang setelah pertandingan. Pihak SMKN 1 Air Putih mengaku mendapat tekanan dan ancaman dari pihak yang tidak mereka kenal.
Menurut pengakuan yang disampaikan kepada Aawak Media, sempat terlontar pernyataan bahwa apabila SMKN 2 Tebing Tinggi kalah, maka pihak SMKN 1 Air Putih disebut tidak akan dapat pulang ke rumah.
Atas situasi tersebut, pihak SMKN 1 Air Putih mengaku kemudian diminta oleh panitia untuk mengundurkan diri atau dinyatakan walk out, dengan alasan pertimbangan keselamatan.
Keputusan tersebut menjadi persoalan karena pertandingan disebut telah selesai dan SMKN 1 Air Putih berada dalam posisi unggul 2-1.
Pertemuan dengan Panitia
Pada malam yang sama, Guru PJOK SMK Negeri 1 Air Putih bersama perwakilan AFKAB Batu Bara serta sejumlah pecinta olahraga futsal Kabupaten Batu Bara kembali menemui panitia untuk mempertanyakan keputusan tersebut.
Namun, menurut pihak SMKN 1 Air Putih, hasil pertemuan tetap menetapkan mereka sebagai tim yang dinyatakan WO dan gugur dari turnamen. Sementara SMKN 2 Tebing Tinggi dinyatakan berhak melanjutkan ke babak berikutnya.
Yang kemudian menjadi sorotan adalah alasan yang disebut disampaikan pihak panitia kepada tim SMKN 1 Air Putih.
Menurut pihak SMKN 1 Air Putih, panitia menyebut SMKN 2 Tebing Tinggi memiliki posisi khusus dalam event tersebut karena mendatangkan banyak suporter dan memberikan keuntungan dari sisi tiket.
Pernyataan tersebut, apabila benar disampaikan sebagaimana diklaim, tentu menimbulkan pertanyaan serius mengenai dasar pengambilan keputusan dalam sebuah pertandingan olahraga.
Namun demikian, hingga berita ini diterbitkan, Redaksi belum memperoleh konfirmasi langsung dari pihak panitia mengenai pernyataan tersebut maupun dasar resmi keputusan WO terhadap SMKN 1 Air Putih.
Minta Keputusan Ditinjau Ulang
Atas persoalan tersebut, Guru PJOK SMK Negeri 1 Air Putih bersama perwakilan AFKAB Batu Bara dan sejumlah pecinta futsal Kabupaten Batu Bara meminta pihak terkait melakukan peninjauan terhadap keputusan panitia.
Mereka meminta:
- Meninjau kembali keputusan yang menyatakan SMKN 1 Air Putih walk out;
- Menjelaskan dasar regulasi dan mekanisme pengambilan keputusan setelah pertandingan berakhir;
- Memberikan klarifikasi terkait dugaan adanya pertimbangan keuntungan tiket dan jumlah suporter dalam keputusan tersebut;
- Memastikan setiap pertandingan berjalan berdasarkan regulasi dan prinsip sportivitas;
- Memberikan penjelasan kepada peserta dan publik demi menjaga kredibilitas penyelenggaraan turnamen.
Bagi pihak SMKN 1 Air Putih, persoalan ini bukan sekadar mengenai menang atau kalah. Mereka mempertanyakan bagaimana sebuah pertandingan yang menurut mereka telah berakhir dengan skor 2-1 kemudian berujung pada keputusan WO terhadap tim yang berada dalam posisi unggul.
Panitia Belum Memberikan Klarifikasi
Sementara itu, Media telah berupaya meminta konfirmasi kepada panitia penyelenggara melalui pesan WhatsApp dengan menyampaikan sejumlah pertanyaan terkait kronologi pertandingan, keputusan WO, dasar regulasi, serta dugaan pertimbangan keuntungan tiket dan suporter.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada jawaban atau klarifikasi dari pihak panitia atas pertanyaan tersebut.
Media ini tetap membuka ruang bagi pihak panitia penyelenggara, Pemerintah Kota Tebing Tinggi, maupun pihak terkait lainnya untuk memberikan klarifikasi dan hak jawab atas pemberitaan ini.
Sebab dalam olahraga, hasil pertandingan semestinya ditentukan oleh aturan yang telah disepakati, keputusan perangkat pertandingan, serta mekanisme resmi penyelesaian sengketa — bukan oleh tekanan ataupun pertimbangan di luar pertandingan. RED