Batu Bara, penanasional.id — Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriah / 2026 Masehi, Perkumpulan Pengusaha Muda Kontraktor Batu Bara (PPMKB) menggelar kegiatan silaturahmi dan makan bersama secara sederhana namun penuh makna.Selasa,10/02/2026
Kegiatan tersebut diwakili langsung oleh Direktur Utama PT. Putra Kuala Tanjung, Muhammad Ridho Hasibuan, yang menjamu Datuk Ismail Tanjung bergelar Datuk Kesuma Negeri, bersama jajaran Humas PT. Multimas Nabati Asahan (MNA) dan Mantan Ketua FPPKT Junaidi serta rekan-rekan seperjuangan.
Acara berlangsung dalam suasana hangat dan kekeluargaan di halaman Partner Coffee Dusun IV Tanjung Permai, Desa Kuala Tanjung, Kecamatan Sei Suka, Kabupaten Batu Bara, pada Selasa, 10 Februari 2026.
Muhammad Ridho Hasibuan menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat komunikasi dan kebersamaan antar pelaku usaha, tokoh adat, serta mitra strategis menjelang bulan penuh berkah.
“Ramadan adalah waktu yang tepat untuk memperkuat nilai kebersamaan, saling menghargai, dan menjaga sinergi yang telah terbangun dengan baik. Dengan silaturahmi, hati menjadi lapang dan usaha pun insyaAllah diberkahi,” ujarnya.
Sementara itu, Datuk Ismail Tanjung bergelar Datuk Kesuma Negeri menuturkan bahwa kehadiran bulan suci Ramadan merupakan anugerah besar yang patut disambut dengan rasa syukur, persiapan hati, serta memperbanyak amal kebaikan.
“Ramadan adalah bulan membersihkan jiwa, mempererat persaudaraan, dan menumbuhkan kepedulian sosial. Siapa yang menyambutnya dengan niat baik, maka Allah akan lapangkan rezeki dan kuatkan ukhuwah di antara kita,” tutur Datuk Ismail Tanjung.
Ia juga mengingatkan pesan Rasulullah SAW tentang kemuliaan bulan suci Ramadan, sebagaimana hadis yang diriwayatkan oleh Imam An-Nasa’i:
“Telah datang kepadamu bulan Ramadan, bulan yang penuh keberkahan. Allah mewajibkan kamu berpuasa di dalamnya. Pada bulan itu pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu.”
Menurutnya, hadis tersebut menjadi pengingat bahwa Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi momentum memperbaiki diri, memperkuat iman, serta membangun kebersamaan yang dilandasi nilai-nilai keikhlasan.
REDAKSI: PENA NASIONAL