Batu Bara, penanasional.id | Forum Pemuda Pemudi Kuala Tanjung (FPPKT) melaksanakan pertemuan dengan pihak PT. Inalum, CV Pernados Group, serta Kepolisian Sektor Sei Suka guna membahas aspirasi masyarakat terkait pengelolaan limbah scrap dan keterlibatan masyarakat lokal di wilayah terdampak. Selasa, 14/04/26
Dalam forum tersebut, FPPKT menegaskan pentingnya pemberdayaan masyarakat di Desa Lalang, Kuala Tanjung, dan Kuala Indah agar tidak hanya menjadi penonton di daerah sendiri. FPPKT juga mengusulkan adanya kontribusi sebesar Rp300/kg dari aktivitas pengelolaan limbah scrap yang dialokasikan untuk bantuan sembako bagi masyarakat terdampak.
Perwakilan FPPKT, Fauzan, menyampaikan:
“Kami hadir membawa aspirasi masyarakat lokal agar tidak hanya menjadi penonton di daerah sendiri. Kami mendorong adanya kontribusi nyata dari pengelolaan limbah scrap untuk kesejahteraan masyarakat sekitar.”
Senada dengan itu, Idil menegaskan:
“Nilai Rp300/kg yang kami ajukan bukan sekadar angka, melainkan bentuk keadilan sosial dan penghargaan terhadap kearifan lokal. Kami berharap hal ini menjadi perhatian serius bagi seluruh pihak.”
Menanggapi hal tersebut, pihak PT. Inalum melalui perwakilannya, Bapak Pasaribu, menyampaikan komitmen perusahaan untuk menjaga kondusivitas serta membuka ruang komunikasi lanjutan.
“Kami berkomitmen menjaga situasi tetap kondusif dan terbuka terhadap aspirasi yang disampaikan. Seluruh masukan akan kami teruskan sebagai bahan pertimbangan kebijakan ke depan,” ujarnya.
Sementara itu, pihak CV Pernados Group melalui Ibu Flora menyatakan keterbukaan terhadap kontribusi sosial, namun untuk sementara hanya menyanggupi sebesar Rp100/kg, dengan usulan Rp300/kg akan dipertimbangkan lebih lanjut.
“Kami terbuka untuk berkontribusi dalam kegiatan sosial. Untuk saat ini, kami menyanggupi Rp100/kg sebagai komitmen awal, dan usulan lainnya akan kami kaji lebih lanjut,” jelasnya.
Dari pihak Kepolisian Sektor Air Putih, AKP Rahmad R. Hutagaol S.H, M.H mengimbau agar seluruh pihak mengedepankan musyawarah serta menjaga stabilitas keamanan.
“Kami mengimbau semua pihak untuk menyelesaikan persoalan melalui musyawarah serta bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah,” tegasnya.
Hingga berakhirnya pertemuan, belum tercapai kesepakatan final. Namun demikian, seluruh pihak sepakat untuk melanjutkan komunikasi secara terbuka dan menjaga situasi tetap kondusif.
Keputusan akhir masih menunggu tindak lanjut serta konfirmasi resmi dari pihak CV Pernados Group, yang direncanakan akan disampaikan paling lambat pukul 00.00 WIB pada hari yang sama. (Red)