Batu Bara, penanasional.id — Keresahan mulai dirasakan para pedagang di kawasan Sungai Padang, Desa Lalang, Kecamatan Medang Deras, Kabupaten Batu Bara. Hal ini menyusul beredarnya informasi terkait dugaan perubahan peruntukan bantuan program pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang disebut berasal dari PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM). Selasa, 10/03/2026
Berdasarkan informasi yang berkembang di tengah masyarakat, bantuan yang disebut-sebut bernilai sekitar Rp200 juta tersebut awalnya diperuntukkan untuk pembinaan serta penguatan pelaku UMKM di Desa Lalang.
Namun dalam perkembangannya, muncul dugaan bahwa dana tersebut justru dimanfaatkan untuk pembangunan pajak atau fasilitas pasar di wilayah desa tersebut.
Seorang pedagang di Sungai Padang yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan mengaku belum mengetahui secara pasti bagaimana mekanisme penyaluran dan penggunaan dana tersebut. Meski demikian, informasi yang beredar telah memunculkan kekhawatiran di kalangan pedagang kecil.
“Kami hanya mendengar kabar bahwa dana itu awalnya untuk pembinaan UMKM. Tapi yang terlihat sekarang justru pembangunan pajak. Kami tidak tahu persis bagaimana sebenarnya,” ujarnya.
Kekhawatiran pedagang semakin meningkat setelah beredar informasi bahwa apabila pajak tersebut mulai beroperasi, para pedagang akan diarahkan untuk menempati lokasi tersebut dengan kewajiban membayar biaya sewa tempat.
“Informasinya nanti pedagang harus membayar sekitar Rp800 ribu per bulan untuk menyewa tempat. Ini yang membuat kami resah, karena banyak pedagang kecil yang belum tentu mampu,” tambahnya.
Para pedagang berharap pihak terkait dapat memberikan penjelasan secara terbuka agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat. Mereka juga berharap program bantuan yang bertujuan untuk pemberdayaan UMKM benar-benar dapat dirasakan manfaatnya oleh para pelaku usaha kecil.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak PT Indonesia Asahan Aluminium belum memberikan klarifikasi resmi. Upaya konfirmasi telah dilakukan redaksi kepada bagian Corporate Communication (Corcom) PT INALUM melalui pesan WhatsApp, namun belum mendapat respons.” (Red)


