Pena Nasional, Batu Bara – Operasi pencarian terhadap Wanda (30), anak buah kapal (ABK) pukat jaring pari asal Desa Pantai Burung, Kecamatan Medang Deras, Kabupaten Batu Bara, yang dilaporkan hilang setelah terjatuh ke laut di perairan Selat Malaka, sekitar 10 mil dari Pulau Berhala, resmi dihentikan oleh Tim SAR gabungan. Rabu, 29/07/26 
Keputusan tersebut diambil setelah upaya pencarian selama lima hari tidak membuahkan hasil. Tim SAR gabungan telah melakukan penyisiran secara maksimal di sekitar lokasi kejadian, namun hingga hari terakhir korban belum berhasil ditemukan.
Kanit Markas Polairud Batu Bara, Ipda Hendrico P. Kaban, menjelaskan bahwa selama operasi berlangsung, pencarian dilakukan menggunakan Kapal Patroli KP II-2025 milik Polairud Pagurawan dengan menyisir wilayah perairan Selat Malaka.
“Tim SAR juga telah berkoordinasi dengan Vessel Traffic Service (VTS) SROP Tanjung Balai Asahan serta instansi terkait lainnya. Seluruh kapal yang melintas di sekitar lokasi kejadian turut diminta membantu melakukan pemantauan terhadap kemungkinan keberadaan korban,” ujar Ipda Hendrico, Selasa (28/7/2026).
Ia mengatakan, hingga pukul 17.20 WIB korban belum berhasil ditemukan. Berdasarkan hasil evaluasi bersama keluarga korban, pemilik kapal, dan seluruh unsur SAR yang terlibat, disepakati operasi pencarian dihentikan dan dilanjutkan dengan tahap pemantauan.
“Karena tidak ada tanda-tanda korban ditemukan, maka operasi SAR diusulkan untuk ditutup dan selanjutnya dilakukan pemantauan,” jelasnya.
Setelah operasi resmi ditutup, seluruh personel dari berbagai unsur SAR telah kembali ke satuan masing-masing. Meski demikian, Polairud Pagurawan memastikan akan terus melakukan pemantauan di wilayah perairan Selat Malaka serta berkoordinasi dengan para nelayan.
“Apabila ada nelayan atau kapal yang menemukan jasad di perairan, diharapkan segera melaporkannya kepada petugas agar dapat segera dilakukan evakuasi dan identifikasi,” tambahnya.
Sementara itu, keluarga korban mulai menerima kenyataan pahit atas belum ditemukannya Wanda. Atan (45), salah seorang keluarga korban, mengaku pasrah setelah seluruh proses pencarian dilakukan secara maksimal.
“Kami hanya bisa pasrah. Harapan kami semoga Wanda tetap bisa ditemukan agar dapat dibawa pulang dan dimakamkan secara layak,” ujarnya penuh harap.
Hingga berita ini diturunkan, pencarian aktif telah resmi dihentikan. Namun, pemantauan tetap dilakukan oleh aparat bersama masyarakat nelayan apabila sewaktu-waktu terdapat informasi mengenai keberadaan korban. Red
