Batu Bara, penanasional.id – Situasi politik di Kabupaten Batu Bara belakangan ini diwarnai oleh isu yang menyeret nama Bupati Batu Bara dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK Tahun 2025 terkait penggunaan anggaran Tahun 2024, saat dirinya masih menjabat Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumatera Utara. Kamis, 14/08/2025

Meski demikian, permasalahan tersebut dikategorikan sebagai urusan administratif yang penyelesaiannya melalui jalur administrasi. Tidak ada kaitannya dengan jabatan beliau saat ini sebagai Bupati Batu Bara. Namun, sebagian pihak mencoba menyeret isu itu ke ranah opini publik dan mengaitkannya dengan kepemimpinan di daerah.

Bupati Batu Bara sendiri baru resmi dilantik pada Februari 2025 lalu. Dalam etika politik, wajar bila publik memberi ruang bagi kepala daerah baru untuk bekerja dan membuktikan kinerjanya. Isu yang bersifat menyerang secara personal justru berpotensi mengganggu konsentrasi pemerintah daerah dan menghambat pembangunan.

KPPMPI Ingatkan Pentingnya Kondusifitas

Aktivis Kesatuan Pelajar, Pemuda, dan Mahasiswa Pesisir Indonesia (KPPMPI) Kabupaten Batu Bara, Rizki Akbar Ambiya, menyayangkan maraknya isu liar yang berpotensi memprovokasi dan menciptakan kegaduhan politik.

“Kritik tidak ada yang salah, tapi harus konstruktif. Kalau tujuannya pembenahan, mari kita dukung. Jangan sampai kepentingan politik jangka pendek mengorbankan kemaslahatan masyarakat luas,” tegas Rizki.

Ia menekankan bahwa salah satu agenda strategis pemerintah saat ini adalah pengembangan Kawasan Industri Kuala Tanjung, yang diproyeksikan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di pesisir Sumatera. Kawasan ini diyakini mampu membuka lapangan kerja, meningkatkan investasi, dan menggerakkan UMKM lokal.

Pembangunan Butuh Dukungan Bersama

Menurut Rizki, keberhasilan pembangunan sangat ditentukan oleh stabilitas keamanan dan kondusifitas daerah. “Bupati perlu kita dukung agar kebijakan pembangunan berjalan. Jika ada yang perlu diperbaiki, sampaikanlah dengan cara yang bijak,” ujarnya.

Ia menambahkan, isu yang menyeret nama Bupati saat ini lebih tepat dibaca sebagai strategi pihak tertentu dalam membentuk persepsi publik di awal masa jabatan. “Mengangkat persoalan administratif masa lalu bisa saja menjadi cara untuk menguji daya tahan politik kepala daerah baru,” pungkasnya.

Ajakan Kolaborasi

Dengan tantangan pembangunan yang semakin kompleks dan kebutuhan menjaga kepercayaan investor, seluruh elemen masyarakat diharapkan mengedepankan kolaborasi, mendukung program strategis, serta menjaga kondusifitas demi kemajuan Kabupaten Batu Bara.

 

Redaksi | Pena Nasional

Share.

Adminitrator Pena Nasional Aktual Tajam & Akurat

Leave A Reply

Exit mobile version