BATU BARA, PENA NASIONAL – Di tengah derasnya arus informasi dan semakin kompleksnya tantangan dunia pers, Bupati Batu Bara Dr. H. Baharuddin Siagian, S.H., M.Si., C.L.A., mengingatkan bahwa wartawan bukan sekadar penyampai berita, melainkan penjaga kebenaran yang dituntut berani bersikap kritis, profesional, dan berintegritas.

Pesan tegas itu disampaikan saat membuka Konferensi Kerja Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Batu Bara Tahun 2026 di Aula Rumah Dinas Bupati Batu Bara, Tanjung Gading, Kecamatan Sei Suka, Rabu (21/10/2026).

Konferensi kerja yang berlangsung selama dua hari, 21–22 Oktober 2026, mengusung tema “Bangkit Bersama PWI, Ciptakan Jurnalis yang Profesional dan Berkompeten”. Forum ini menjadi momentum penting bagi organisasi wartawan tersebut untuk menengok perjalanan, mengevaluasi capaian, menyerap aspirasi anggota, sekaligus merumuskan langkah strategis menghadapi tantangan jurnalistik ke depan.

Bupati Tegaskan: Wartawan Harus Berani Kritis!

Dalam sambutannya, Baharuddin memberikan apresiasi kepada PWI Kabupaten Batu Bara yang dinilainya konsisten menjalankan roda organisasi sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).

Namun, lebih dari sekadar tertib berorganisasi, ia menegaskan bahwa profesi wartawan menuntut tanggung jawab besar. Profesionalisme tanpa integritas akan kehilangan makna, sementara pemberitaan tanpa sikap kritis berisiko kehilangan daya kontrol terhadap kepentingan publik.

“Wartawan harus profesional, harus punya integritas, dan harus kritis,” tegas Baharuddin.

Pernyataan tersebut menjadi pengingat bahwa pers memiliki peran penting dalam mengawal jalannya pembangunan, menyampaikan fakta kepada masyarakat, serta menjalankan fungsi kontrol sosial secara independen dan bertanggung jawab.

Bupati juga mengajak PWI memperkuat komunikasi dengan pemerintah daerah. Sinergi, menurutnya, diperlukan untuk mendukung pembangunan melalui penyampaian informasi yang akurat, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Meski demikian, profesionalisme pers tetap menuntut keberanian menjaga independensi, menguji informasi, dan menyuarakan kepentingan masyarakat berdasarkan fakta.

PWI Bukan Sekadar Organisasi, Forum Kerja Harus Melahirkan Aksi Nyata

Dari tingkat provinsi, Wakil Ketua Bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKK) PWI Sumatera Utara, Drs. Rifki Warisan, yang hadir mewakili Ketua PWI Sumut Farianda Putra Sinik, turut mengapresiasi pelaksanaan konferensi kerja tersebut.

Ia menyebut konferensi kerja sebagai bagian dari kewajiban organisasi sekaligus ruang untuk merumuskan program yang mendorong kemajuan PWI.

Forum ini diharapkan tidak berhenti pada pembahasan administratif atau sekadar memenuhi agenda organisasi. Lebih jauh, hasilnya harus mampu menjawab kebutuhan anggota, memperkuat kaderisasi, dan meningkatkan kualitas wartawan di tengah perubahan lanskap media yang bergerak semakin cepat.

Sementara itu, Ketua PWI Kabupaten Batu Bara, Muhammad Amin, menegaskan bahwa konferensi kerja merupakan forum strategis untuk mengevaluasi capaian organisasi, mengidentifikasi tantangan, serta menetapkan prioritas program yang realistis dan terukur.

Baginya, keberhasilan organisasi tidak hanya ditentukan oleh terselenggaranya kegiatan, tetapi juga oleh kemampuan merealisasikan keputusan menjadi kerja nyata yang dirasakan manfaatnya oleh anggota dan masyarakat.

Integritas dan Kode Etik Menjadi Fondasi Pers Bermartabat

Konferensi kerja tersebut turut dihadiri Sekretaris Jenderal PWI Sumatera Utara S.R. Hamonangan Panggabean, Pj. Sekretaris Daerah Batu Bara Rusian Heri, perwakilan Polres Batu Bara AKP P. Tamba, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Elpandi, akademisi Universitas Medan Area, pengurus Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) Batu Bara, pengurus PWI Serdang Bedagai, serta sejumlah pejabat dan peserta konferensi lainnya.

Kehadiran berbagai unsur tersebut memperlihatkan pentingnya ruang komunikasi antara insan pers, pemerintah, aparat, dan kalangan akademisi dalam membangun ekosistem informasi yang sehat.

Namun, di tengah tuntutan kecepatan publikasi dan derasnya persaingan media, tantangan terbesar wartawan tetaplah menjaga akurasi, keberimbangan, independensi, serta kepatuhan terhadap Kode Etik Jurnalistik.

Pers yang kuat bukanlah pers yang selalu menyenangkan semua pihak, melainkan pers yang berani menyampaikan fakta, memberikan ruang hak jawab, melakukan verifikasi, dan tetap berdiri di atas kepentingan publik.

Konferensi Kerja PWI Kabupaten Batu Bara Tahun 2026 pun diharapkan melahirkan rekomendasi yang konkret untuk memperkuat tata kelola organisasi, meningkatkan kompetensi wartawan, dan meneguhkan praktik jurnalistik yang profesional.

Sebab, ketika integritas menjadi pegangan dan keberanian mengungkap fakta tetap terjaga, pers bukan hanya menjadi saksi perjalanan pembangunan, tetapi juga bagian penting dalam mengawal demokrasi dan memperjuangkan kepentingan masyarakat. RED

 

PENA NASIONAL — Kritis, Berimbang, dan Berintegritas.

Share.

Adminitrator Pena Nasional Aktual Tajam & Akurat

Leave A Reply

Exit mobile version