Kuala Indah, penanasional.id — Masyarakat Dusun II Desa Kuala Indah kembali menyoroti janji pemasangan lampu jalan yang disebut berasal dari PT Multimas Nabati Asahan (MNA) atau Wilmar dan hingga kini belum juga terealisasi. Rabu, 13/05/26
Program bantuan penerangan jalan tersebut diketahui telah disampaikan kepada masyarakat sejak hampir dua tahun lalu melalui Pemerintah Desa Kuala Indah. Namun sampai saat ini, warga mengaku belum melihat adanya kepastian maupun tanda-tanda realisasi di lapangan.
Masyarakat Dusun II, Andi Sitorus, mengatakan masyarakat mulai kecewa karena janji tersebut terus mengalami penundaan dari waktu ke waktu.
“Awalnya disampaikan akan dipasang sebelum Idul Fitri 2025. Kemudian bergeser lagi menjelang Natal. Sekarang Idul Fitri 2026 pun sudah lewat, tetapi sampai hari ini belum juga ada realisasi,” ujarnya kepada awak media.
Menurut Andi, masyarakat sebenarnya hanya berharap adanya kepastian atas apa yang sebelumnya telah disampaikan kepada warga.
Hal senada juga disampaikan Hasan Basri. Ia menilai masyarakat tidak ingin terus diberikan harapan tanpa kejelasan.
“Kalau memang itu sudah menjadi janji perusahaan kepada masyarakat, kami berharap dapat direalisasikan. Jangan sampai masyarakat terus menunggu tanpa kepastian,” katanya.
Sementara itu, Ridwan menyebut persoalan tersebut bukan semata tentang nilai bantuan, melainkan menyangkut komitmen perusahaan terhadap lingkungan sekitar.
“Besar kecil bantuan bukan persoalan utama bagi masyarakat. Yang dipegang warga adalah janji yang pernah disampaikan,” ungkapnya.
Di sisi lain, Pemerintah Desa Kuala Indah membenarkan adanya penyampaian rencana bantuan lampu jalan dari pihak perusahaan kepada masyarakat. Namun hingga kini, alasan yang diterima masih berkaitan dengan proses pencarian harga yang dinilai sesuai dan terjangkau.
Warga Dusun II berharap PT Multimas Nabati Asahan (MNA) atau Wilmar segera memberikan kepastian terkait realisasi pemasangan lampu jalan tersebut agar tidak menimbulkan kekecewaan berkepanjangan di tengah masyarakat. (Red)


