Batu Bara, penanasional.id
Di tanah yang dipeluk angin Selat Malaka, di negeri yang sejak dahulu dikenal dengan adat dan santunnya, denting lagu Melayu kembali bergema. Festival Lagu Melayu Kabupaten Batu Bara Jilid I Tahun 2026 resmi digelar sebagai ikhtiar menghidupkan kembali denyut budaya yang diwariskan oleh leluhur.
Festival ini diselenggarakan atas kebersamaan tiga Desa Industri, yakni Desa Kuala Indah dan Desa Kuala Tanjung (Kecamatan Sei Suka), serta Desa Lalang (Kecamatan Medang Deras), dengan mengusung tema besar: “Mengangkat dan Mempertahankan Lagu Budaya Melayu”
Acara berlangsung di Lapangan Halaman Depan Gedung INALUM, Desa Kuala Tanjung, Kecamatan Sei Suka, Kabupaten Batu Bara, pada Minggu, 01 Februari 2026.
Lapangan yang biasanya menjadi saksi geliat industri, hari itu berubah menjadi panggung budaya—tempat suara Melayu kembali bersenandung, mengalun lembut namun penuh makna.

Budaya yang Dijaga, Warisan yang Disemai
Mewakili pemerintahan tiga desa, IBNUL FANDIKA, S.E., menyampaikan harapan besar agar festival ini tidak berhenti sebagai seremoni tahunan semata, melainkan menjadi tonggak berkelanjutan dalam menjaga budaya Melayu Batu Bara.
“Lagu Melayu bukan sekadar irama, tetapi nasihat yang berlayar dari masa lalu menuju masa depan. Melalui festival ini, kami berharap budaya Melayu tetap hidup, tumbuh, dan berakar kuat di tengah generasi penerus, khususnya di kawasan desa industri. Kami mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada seluruh pihak sponsor yang telah menjadi penyangga dan penyokong utama terlaksananya kegiatan ini. Semoga kebersamaan ini terus terjalin demi menjaga jati diri Batu Bara,” ujarnya.
Pernyataan ini menjadi suara bersama tiga pemerintahan desa, yang berkomitmen menjadikan budaya sebagai pondasi harmoni antara kemajuan industri dan kearifan lokal.
Industri yang Bertumbuh, Budaya yang Tetap Teguh
Dukungan penuh juga datang dari dunia industri. PT Multimas Nabati Asahan (MNA), melalui Juni Supiandi, selaku Humas MNA, menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung pelestarian budaya lokal.
“Bagi kami, pembangunan tidak hanya tentang ekonomi dan industri, tetapi juga tentang menjaga nilai, adat, dan budaya masyarakat sekitar. Festival Lagu Melayu ini adalah langkah positif yang patut dijaga keberlanjutannya. PT Multimas Nabati Asahan mendukung penuh kegiatan yang memperkuat kearifan lokal dan adat Melayu, agar kemajuan berjalan seiring dengan pelestarian budaya,” tuturnya.
Kolaborasi untuk Negeri Bertuah
Festival ini terselenggara berkat dukungan berbagai pihak, dengan sponsorship dari:
PT INALUM, PT Multimas Nabati Asahan, PT Indonesia Aluminium Alloy, PT Prima Tangki Indonesia, PT Bakrie (Dombamas), serta PT Pelindo.
Kolaborasi antara masyarakat, pemerintah desa, dan perusahaan menjadi bukti bahwa budaya dapat tumbuh subur ketika dirawat bersama.
Festival Lagu Melayu Kabupaten Batu Bara Jilid I 2026 bukan hanya tentang lomba dan panggung hiburan, tetapi tentang menjaga denyut nadi budaya di tengah arus zaman.
Di antara industri yang menjulang, lagu Melayu tetap berdendang—mengajarkan bahwa kemajuan sejati adalah ketika budaya tidak ditinggalkan, melainkan dijunjung dan diwariskan.
REDAKSI: PENA NASIONAL