Batu Bara — Nama Bagas Arliyadi mulai dikenal sebagai salah satu sosok muda yang aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan di Kabupaten Batu Bara. Minggu, 06/09/2026
Bagas yang kini bergabung sebagai anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) tidak hanya menjalankan tugasnya sebagai bagian dari aparatur daerah. Di luar tugas utamanya, ia juga kerap terlihat membantu berbagai kegiatan Pemadam Kebakaran (Damkar), khususnya ketika terjadi kondisi yang membutuhkan tenaga dan kepedulian anak muda di lapangan.
Keterlibatan Bagas dalam kegiatan kemanusiaan terlihat dalam sejumlah peristiwa, termasuk saat kebakaran rumput di kawasan Titi Kembar. Ia turut hadir dan membantu dalam penanganan di lapangan bersama pihak terkait.
Tidak hanya dalam penanganan kebakaran, Bagas juga menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat melalui kegiatan penggalangan dan pembukaan donasi bagi warga yang terdampak bencana. Baginya, membantu sesama tidak harus menunggu memiliki jabatan atau kedudukan tinggi.
Sikap tersebut seolah menjadi bagian dari perjalanan Bagas dalam mengikuti jejak orang tuanya, Lina Wati, Ketua Projo Muda Kabupaten Batu Bara, yang selama ini dikenal aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan.
Dari lingkungan keluarga itulah semangat untuk hadir di tengah masyarakat tumbuh. Bagas memilih untuk meneruskan nilai tersebut dengan caranya sendiri: hadir, membantu, dan mengambil bagian ketika masyarakat membutuhkan.
Selain aktivitasnya di Satpol PP dan keterlibatannya membantu kegiatan Damkar, Bagas juga diketahui aktif dalam organisasi kepemudaan dan kemasyarakatan sebagai Ransus IPK Kabupaten Batu Bara.
BUKAN SEKADAR SERAGAM, TAPI KEPEDULIAN
Bagi Bagas, keberadaan anak muda di tengah masyarakat bukan sekadar soal organisasi maupun seragam yang dikenakan. Lebih dari itu, anak muda harus mampu memberikan manfaat nyata.
Ketika terjadi bencana atau musibah, kehadiran orang-orang yang mau turun langsung ke lapangan sangat dibutuhkan. Semangat itulah yang terus ditunjukkan Bagas dalam berbagai kesempatan.
Dari membantu kegiatan Damkar, turun saat terjadi kebakaran rumput, hingga ikut membuka ruang donasi bagi masyarakat terdampak bencana, langkah kecil tersebut menjadi bentuk kepedulian yang patut diapresiasi.
Di tengah banyaknya anak muda yang memilih sibuk dengan aktivitas masing-masing, Bagas justru berusaha mengambil peran di lingkungan sosialnya.
Bagas Arliyadi adalah gambaran anak muda yang sedang membangun langkahnya sendiri—meneruskan semangat orang tua, aktif dalam organisasi, dan berusaha hadir ketika masyarakat membutuhkan.
Semoga semangat tersebut terus tumbuh dan menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya di Kabupaten Batu Bara untuk tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut bergerak dan memberikan manfaat bagi masyarakat. (Reni)
