Jakarta, Penanasional.id, 10 September 2026 — PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau INALUM mencatat tonggak penting dalam perjalanan bisnisnya dengan memperoleh peringkat kredit internasional BBB- dengan Outlook Stabil dari S&P Global Ratings. Senin,14/09/2026

Peringkat tersebut menempatkan INALUM pada kategori investment grade internasional, sekaligus memperkuat kredibilitas perusahaan di pasar keuangan domestik maupun internasional di tengah agenda ekspansi dan hilirisasi aluminium nasional.

Dalam laporan yang diterbitkan pada 7 September 2026, S&P Global Ratings menilai posisi strategis INALUM dalam Grup MIND ID serta kuatnya dukungan pemerintah melalui MIND ID menjadi faktor penting dalam profil kredit perusahaan.

INALUM juga dinilai memiliki peran strategis sebagai penggerak hilirisasi bauksit dan pengembangan rantai nilai aluminium nasional. Keterkaitan strategis dan finansial dengan MIND ID turut memperkuat kemampuan perusahaan dalam menjalankan pengembangan bisnis dan investasi.

Outlook Stabil mencerminkan ekspektasi terhadap keberlanjutan kinerja operasional dan arus kas INALUM, sekaligus konsistensi dukungan MIND ID terhadap perusahaan.

Biaya Operasional Kompetitif, Energi Hidro Jadi Kekuatan

S&P Global Ratings turut menyoroti struktur biaya operasional INALUM yang dinilai sangat kompetitif. Pada 2026, perusahaan mampu beroperasi pada kuartil pertama kurva biaya global, lebih baik dibandingkan rata-rata industri aluminium dunia.

Keunggulan tersebut ditopang oleh pasokan energi hidro yang stabil serta integrasi sumber bahan baku domestik. Pemanfaatan pembangkit listrik tenaga air pada smelter INALUM juga mendukung efisiensi produksi sekaligus berkontribusi terhadap pengurangan emisi karbon.

Saat ini INALUM mengoperasikan smelter aluminium primer dengan kapasitas sekitar 275 ribu ton per tahun.

Di sisi bahan baku, melalui kepemilikan mayoritas di PT Borneo Alumina Indonesia (BAI), INALUM telah mengembangkan kemampuan produksi alumina domestik melalui Smelter-Grade Alumina Refinery 1 (SGAR 1) di Mempawah, Kalimantan Barat, dengan kapasitas sekitar 1 juta ton alumina per tahun.

SGAR 2 dan Smelter 2 Perkuat Rantai Nilai Aluminium

INALUM kini melanjutkan pengembangan SGAR 2 dan Smelter Aluminium 2 (Smelter 2) sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional.

SGAR 2 direncanakan menambah kapasitas produksi alumina sekitar 1 juta ton per tahun, sehingga kapasitas produksi alumina INALUM meningkat hampir dua kali lipat.

Sementara itu, Smelter 2 dirancang memiliki kapasitas produksi sekitar 600 ribu ton aluminium per tahun. Jika terealisasi, kapasitas smelter aluminium primer INALUM akan meningkat lebih dari tiga kali lipat dibandingkan kapasitas saat ini.

Kedua proyek tersebut diproyeksikan meningkatkan kapasitas produksi sekaligus memperbesar potensi pendapatan INALUM hingga tahun 2030.

Rating Menguat di Tengah Agenda Ekspansi

Pencapaian rating internasional ini melengkapi penguatan profil kredit INALUM di pasar domestik. Pada Agustus 2026, PEFINDO meningkatkan peringkat INALUM dari idAA-/Stable menjadi idAA/Stable, setelah selama tiga tahun mempertahankan peringkat idAA-/Stable.

Penguatan rating tersebut hadir di tengah meningkatnya kebutuhan pendanaan untuk mendukung berbagai proyek hilirisasi aluminium pada periode 2026–2029.

S&P juga memproyeksikan prospek industri aluminium tetap positif, didukung ketatnya pasokan global serta stabilnya volume penjualan dari smelter eksisting yang diperkirakan menopang pertumbuhan EBITDA perusahaan.

Investment Grade Jadi Pengakuan Sekaligus Tanggung Jawab

Direktur Utama INALUM, Melati Sarnita, mengatakan peringkat investment grade internasional merupakan pengakuan sekaligus momentum bagi perusahaan untuk terus memperkuat fundamental bisnis.

“Investment grade ini merupakan pengakuan sekaligus tanggung jawab bagi INALUM untuk terus menjaga kinerja perusahaan secara prudent dan berkelanjutan. Di tengah agenda ekspansi dan hilirisasi, kami akan memastikan bahwa pertumbuhan tidak hanya mengejar skala tetapi tetap dibangun di atas fundamental operasional yang kuat, disiplin finansial, dan tata kelola yang baik dan kuat,” ujar Melati Sarnita.

Menurutnya, dukungan MIND ID akan terus menjadi bagian penting dalam memperkuat rantai nilai aluminium nasional dari hulu hingga hilir.

“Pengembangan SGAR 2 dan Smelter 2 tidak hanya untuk meningkatkan kapasitas, tetapi juga memperkuat kemandirian bahan baku, daya saing industri aluminium nasional, serta menciptakan nilai jangka panjang bagi Indonesia,” tambahnya.

Ke depan, INALUM menegaskan komitmennya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan, disiplin finansial, dan keunggulan operasional. Pengembangan rantai nilai aluminium yang semakin terintegrasi diharapkan mampu memperkuat daya saing industri nasional, mengurangi ketergantungan impor, serta meningkatkan nilai tambah sumber daya mineral Indonesia secara berkelanjutan. RED

— Pena Nasional —

Share.

Adminitrator Pena Nasional Aktual Tajam & Akurat

Leave A Reply

Exit mobile version