Tiga Hari Bencana Datang Berturut-turut, Satu KK Terpaksa Mengungsi
BATU BARA, penanasional.id, — Malam yang seharusnya menjadi waktu warga melepas lelah berubah menjadi kepanikan. Angin puting beliung disertai hujan lebat datang menerjang sejumlah wilayah Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara. Kamis, 03/09/2026
Dalam hitungan singkat, angin kencang mengamuk, menerbangkan bagian atap rumah, merobohkan pepohonan hingga menimbulkan kerusakan di sejumlah permukiman warga.
Bencana itu tidak datang sekali. Selama tiga hari berturut-turut, amukan angin melanda sejumlah wilayah dan menyisakan kerusakan di lima kecamatan.
Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Batu Bara mencatat sedikitnya 68 rumah warga mengalami kerusakan, mulai dari kategori ringan, sedang hingga berat.
Tak hanya rumah warga. Satu rumah ibadah berupa gereja dan satu balai desa turut terdampak.
Lima Kecamatan Diterjang
Jejak kerusakan tersebar di Kecamatan Laut Tador, Sei Suka, Lima Puluh Pesisir, Medang Deras dan Air Putih.
Di Laut Tador, sebanyak 20 rumah terdampak. Rinciannya, Desa Sei Semujur 10 rumah, Pelanggiran 7 rumah, Kandangan 2 rumah dan Laut Tador 1 rumah.
Di Sei Suka, tujuh rumah rusak di Desa Simodong, dua rumah di Tanjung Segoni, satu rumah di Pematang Kuing, satu rumah di Brohol, satu rumah di Kuala Tanjung, serta satu gereja di Desa Brohol.
Sementara di Lima Puluh Pesisir, Desa Gambus Laut mengalami kerusakan pada dua rumah dan satu balai desa. Sedangkan di Desa Perupuk, dua rumah warga terdampak.
Amukan angin juga meninggalkan jejak kerusakan cukup luas di Medang Deras.
Sebanyak 29 rumah terdampak, tersebar di Pematang Cengkring 4 rumah, Cengkring Pekan 1 rumah, Sei Rakyat 1 rumah, Durian 1 rumah, Sei Raja 1 rumah, Medang 1 rumah, Mandarsyah 3 rumah, Pakam 5 rumah, Aek Nauli 6 rumah dan Lalang 5 rumah.
Sedangkan di Air Putih, empat rumah warga di Desa Suka Ramai mengalami kerusakan.
Satu Keluarga Kehilangan Tempat Berlindung
Di balik angka puluhan rumah rusak, ada warga yang harus menghadapi kenyataan pahit: rumah yang selama ini menjadi tempat berlindung tak lagi sepenuhnya aman untuk ditempati.
BPBD Kabupaten Batu Bara mencatat satu kepala keluarga (KK) terpaksa mengungsi.
Untuk sementara, keluarga tersebut ditempatkan di tenda pengungsian yang didirikan BPBD di Desa Perupuk.
Beruntung, di tengah ganasnya bencana, tidak terdapat korban jiwa.
Namun, kerugian material yang ditinggalkan belum dapat dihitung secara keseluruhan. Petugas masih melakukan pendataan dan penghitungan di lapangan.
Ketika Alam Mengamuk, Petugas Bergerak
Ketika angin reda dan hujan mulai bersahabat, pekerjaan belum selesai.
Pohon-pohon tumbang yang menimpa rumah warga harus dievakuasi. Kerusakan harus didata. Warga terdampak harus dibantu.
Satgas BPBD Kabupaten Batu Bara bergerak menuju sejumlah titik bencana untuk melakukan evakuasi, asesmen dan penanganan darurat.
Bantuan sembako dari Bupati Batu Bara juga disalurkan melalui BPBD kepada masyarakat yang terdampak.
Koordinasi dilakukan bersama Dinas Perkim LH, pemerintah kecamatan dan pemerintah desa untuk memastikan kebutuhan masyarakat serta tingkat kerusakan dapat segera dipetakan.
Satu tenda pengungsian juga didirikan di Desa Perupuk sebagai tempat perlindungan sementara bagi warga terdampak.
Tak Sendiri Menghadapi Bencana
Penanganan bencana melibatkan berbagai unsur.
BPBD Kabupaten Batu Bara bersama Dinas Perkim LH, Polsek Air Putih, Bhabinkamtibmas, Babinsa, para camat dari lima kecamatan terdampak serta para kepala desa turun dalam penanganan di lapangan.
Di tengah ancaman cuaca yang belum sepenuhnya dapat diprediksi, personel BPBD tetap disiagakan.
Sebab bencana bisa datang tanpa mengetuk pintu.
Dan ketika alam kembali menunjukkan kekuatannya, kesiapsiagaan menjadi benteng pertama untuk melindungi masyarakat.
“Tiga Hari Berturut-turut”
Plt Kaban BPBD Kabupaten Batu Bara, Ilyas, membenarkan bencana tersebut.
Ia mengatakan, angin puting beliung terjadi secara berturut-turut selama tiga hari dan berdampak pada lima kecamatan di Kabupaten Batu Bara.
“Total ada 68 rumah di lima kecamatan di Kabupaten Batu Bara yang rusak diterjang angin puting beliung selama tiga hari berturut-turut,” ujar Ilyas.
Satu kepala keluarga, kata Ilyas, terpaksa mengungsi dan kini menempati tenda pengungsian yang didirikan BPBD di Desa Perupuk.
“Tidak ada korban jiwa dalam bencana tersebut. Sementara itu, estimasi kerugian material masih dalam proses penghitungan oleh petugas,” ungkapnya.
Pasca kejadian, Satgas BPBD Kabupaten Batu Bara langsung bergerak ke sejumlah lokasi terdampak.
Petugas mengevakuasi pohon tumbang yang menimpa rumah warga sekaligus membantu masyarakat yang terdampak.
“BPBD Batu Bara juga menyalurkan bantuan sembako dari Bupati Batu Bara kepada warga terdampak dan berkoordinasi dengan Dinas Perkim LH, pemerintah kecamatan, serta pemerintah desa,” katanya.
Kini, setelah amukan angin berlalu, Batu Bara kembali menata luka. Atap-atap yang rusak menunggu diperbaiki, rumah-rumah yang porak-poranda menunggu dipulihkan, dan warga terdampak berharap bantuan terus mengalir.
Bencana mungkin datang tanpa aba-aba, tetapi kepedulian dan gotong royong harus datang lebih cepat. RED

