Batu Bara, penanasional.id — Duka mendalam menyelimuti keluarga Nasri Efendi (43), warga Dusun Pengajian, Desa Lalang, Kecamatan Medang Deras, Kabupaten Batu Bara, yang menjadi salah satu korban meninggal dunia dalam peristiwa kebakaran di PT Evyap Sabun Indonesia, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, Nagori Sei Mangkei, Kecamatan Bosar Maligas, Kabupaten Simalungun. Kamis,03/09/2026

Jenazah Nasri Efendi dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Dusun Masjid Barat, Desa Lalang, Kecamatan Medang Deras, Kabupaten Batu Bara, Kamis (3/9/2026).

Nasri diketahui merupakan salah satu dari dua warga Dusun Pengajian yang menjadi korban dalam peristiwa kebakaran tersebut. Selain Nasri, Rifaldi, yang juga merupakan warga dusun yang sama, turut menjadi korban.

Fadli, tetangga korban, mengatakan Nasri selama ini tinggal bersama istrinya, Mariana, di kawasan Indrapura. Sementara itu, dua anak Nasri dari pernikahan sebelumnya tinggal bersama orang tua Nasri di Dusun Pengajian.

“Nasri tinggal bersama istrinya di Indrapura. Kalau anaknya tinggal di rumah orang tuanya di Dusun Pengajian,” ujar Fadli.

Istri Tak Menyangka Kehilangan Suami

Sementara itu, Mariana, istri korban, mengaku masih sangat terpukul atas kepergian suaminya. Ia mengatakan, dirinya dan Nasri baru sekitar satu tahun menjalani kehidupan rumah tangga.

Sebelum bekerja di PT Evyap Sabun Indonesia, Nasri diketahui pernah bekerja di Batam dan sejumlah daerah lainnya sebagai tukang las.

Mariana mengaku tidak pernah melihat tanda-tanda yang membuat dirinya menyangka akan kehilangan sang suami secara tragis.

Kabar mengenai suaminya menjadi korban meninggal dunia justru diterimanya dari pihak keluarga di Dusun Pengajian.

“Saya sangat terkejut. Tidak ada tanda-tanda sebelumnya. Saya mengetahui suami meninggal dari keluarga di Dusun Pengajian,” ungkap Mariana.

Berdasarkan informasi yang diterima keluarga, Nasri disebut sempat berupaya menyelamatkan diri dengan melompat dari lantai enam ketika kebakaran terjadi.

Mariana mengatakan kondisi jenazah suaminya mengalami luka bakar cukup parah. Bagian wajah dan tangan korban terbakar, sedangkan bagian kaki mengalami luka berat.

Harapan untuk Masa Depan Kedua Anak

Mariana menuturkan, selama menjalani rumah tangga dengan Nasri, mereka belum dikaruniai anak. Sementara dua anak Nasri merupakan buah hati dari pernikahan sebelumnya. Ibu dari kedua anak tersebut saat ini diketahui bekerja di Malaysia.

Di tengah suasana duka dan kehilangan sosok ayah, Mariana berharap pihak perusahaan dapat memberikan perhatian serta dukungan kepada kedua anak Nasri yang masih menempuh pendidikan.

Ia berharap bantuan tersebut dapat membantu memastikan keberlangsungan pendidikan kedua anak korban setelah mereka kehilangan sosok ayah.

“Saya berharap dukungan perusahaan agar dapat membantu keberlangsungan pendidikan kedua anak korban setelah kepergian ayah,” ucap Mariana dengan mata berkaca-kaca.

Kepergian Nasri meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan warga Dusun Pengajian. Di tengah prosesi pemakaman, harapan keluarga kini tertuju pada dukungan dan perhatian bagi kedua anak yang harus melanjutkan kehidupan tanpa kehadiran sang ayah. Red

Share.

Adminitrator Pena Nasional Aktual Tajam & Akurat

Leave A Reply

Exit mobile version